POSTEST KIMIA FISIK-Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

Praktikum Kimia Fisik

Nama : Vinanta Yulianti

NIM :F1C121014

Asisten laboratorium:

1. Putri Ramadhanti.S.Si

2. Andreas Sihotang (F1C1190151) 

Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

Kelarutan itu sendiri merupakan jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam jumlah tertentu pelarut. Larutan atau solubility dapat dinyatakan dalam mol per liter dan simbolnya S. Berdasarkan kelarutannya, larutan dapat dibedakan menjadi 3 diantaranya larutan jenuh ,larutan kurang jenuh dan larutan lewat jenuh. Berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kelarutan adalah sebagai berikut diantaranya suhu, jenis pelarut, pengadukan dan lain sebagainya. Nilai tetapan kesetimbangan garam atau basa yang sukar larut dalam larutan jenuh merupakan pengertian dari hasil kali kelarutan atau biasa yang disebut dengan istilah Ksp. Hasil kali kelarutan dapat diperoleh dari hasil kali kelarutan ion-ion zat tersebut dipangkatkan dengan koefisiennya masing-masing.  Nilai Ksp digunakan untuk mengetahui suatu zat masih bisa larut atau sudah mengendap (Melati,2019).   

Hasil kelarutan Ksp senyawa dapat ditentukan dari percobaan dengan mengukur kelarutan sampai keadaan tepat jenuh. Dalam keadaan tersebut, kemampuan pelarut telah maksimum untuk melarutkan atau mengionkan zat terlarut. Hasil kali kelarutan dalam keadaan sebenarnya merupakan nilai akhir yang dicapai oleh hasil kali ion-ion ketika kesetimbangan tercapai antara fase padat dari garam yang hanya sedikit larut dan larutan itu. Kelarutan itu sendiri merupakan jumlah zat yang melarut dalam 1 liter larutan jenuh pada suhu tertentu. Jumlah zat dapat dinyatakan dalam mol atau gram. Larutan suatu zat biasanya juga dinyatakan sebagai massa dalam gram dapat melarut dalam 100 gram pelarut membentuk larutan jenuh pada suhu tertentu. Kelarutan molar suatu zat adalah jumlah mol zat terlarut atau melarut dalam 1 liter larutan jenuh pada suhu tertentu. Hasil kali kelarutan suatu garam adalah hasil kali kelarutan konsentrasi semua ion dalam larutan jenuh pada suhu tertentu dan masing-masing ion diberi pangkat dengan koefisien dalam rumus ( Day dan Underwood, 2002).

Banyak zat terlarut yang dapat menghasilkan kelarutan jenuh dalam jumlah tertentu pelarut pada temperatur konstan dl disebut kelarutan. Kelarutan suatu zat bergantung pada sifat zat itu, molekul pelarut, temperatur, dan tekanan titik meskipun larutan dapat mengandung banyak komponen tetapi pada kesempatan ini hanya dibahas larutan yang mengandung dua komponen yaitu larutan biner. Komponen dari larutan biner yaitu zat terlarut contoh lain dari adanya kesetimbangan dinamik ialah suatu larutan jenuh yang masih mengandung solut yang tidak dapat larut pada suhu tertentu. Partikel-partikel solut ini akan bergerak ke dalam larutan dengan kecepatan yang sama dengan partikel-partikel yang akan mengkristal kembali menjadi padat. Pengadukan merupakan salah satu faktor yang mempercepat kelarutan zat padat di dalam air. Selain itu penambahan ion senama dalam larutan juga mempengaruhi di mana konsepnya berdasarkan pada prinsipnya dalam kesetimbangan kimia ( Sudiana et al.,2019).

Pada percobaan ini dilakukan untuk mempelajari metode dan cara penentuan maupun perhitungan nilai hasil kali kelarutan. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan produk yang mengendap dengan nilai Q yang melampaui Ksp. Selain itu juga dilakukan untuk mencari panas pelarutan dari produk yang dihasilkan. Pada percobaan ini digunakan dua jenis larutan yang bila direaksikan menurut literatur akan menghasilkan dan menimbulkan endapan putih yaitu larutan Pb(NO3)2 dan larutan KCL. Pada percobaan ini menggunakan prinsip-prinsip hasil kali kelarutan atau Ksp. Prinsip pada percobaan ini adalah hasil kali konsentrasi dari ion-ion membentuknya untuk setiap suhu tertentu adalah konstan dengan konsentrasi ion dipangkatkan bilangan yang sama dengan jumlah masing-masing ion yang bersangkutan. Pada percobaan ini digunakan PbCl2 yang mana merupakan contoh garam yang sedikit memiliki kelarutan dalam air yang direaksikan dengan KCl membentuk endapan putih berupa Pb(NO3)2 .Menurut teori ,jika Qsp> Ksp maka larutan lewat jenuh.

 

DAFTAR PUSTAKA

Day,R.A. dan A.L. Underwood.2002.Analisis Kimia Kuantitaif. Jakarta:Erlangga.

Melati,R.R. 2019. Asam,Basa dan Garam. Jakarta:Penerbit Duta.

Sudiana, I.K., I.W.sja dan I.Mulyani. 2019.”Analisis Kesulitan Belajar Kimia Siswa pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan”. Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia. Vol. 3(1) :7-16.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

POSTEST PRAKTIKUM KIMIA FISIK LANJUT>>DIAGRAM BINER

Konsentrasi Kritis Misel (KKM) dan Entalpi dari Gelatin pada Berbagai Suhu

VOLUME MOLAR PARSIAL