Konsentrasi Kritis Misel (KKM) dan Entalpi dari Gelatin pada Berbagai Suhu

 

Nama : Vinanta Yulianti

NIM : F1C121014

PRAKTIKUM KIMIA FISIK

Asisten Laboratorium :

-Putri Ramadhanti,S.Si

-Andreas Sihotang (F1C119051)

 

Misel merupakan sekumpulan molekul yang gugus gugus terlarut airnya serta gugus hidroksil yang terletak pada arah air di sekitarnya. Misel amaat sangat larut dalam air dan umumnya terdiri dari lapisan fosfolipid. Karena misel larut dalam air itu sebabnya teroksidasi tak mengion dapat membentuk sistem dwi-Fase atau larut dalam air dengan suhu transisi yang sangat tajam antara keduanya. Suhu saat kelarutan teroksida mengion mencapai titik kritis pembentukan sel atau CMC konsentrasi yang disebut pada titik krafft.Misel dalam larutan encer membentuk suatu kumpulan dengan kepala gugus hidrofilik bersinggungan dengan pelarut yang mengelilinginya mengasingkan ekor gugus hidrofobik dari dalam pembuatan Misel. Miselisasi terjadi akibat interaksi hidrofobik. Campuran pelarut terkadang lebih efektif daripada pelarut tunggal. Bila larutan berair mengenai suatu permukaan batas, molekul-molekul tensida atau surfaktan terarah sehingga ekor-ekornya tercampak dari air dan gugus gugus solubilisasi airnya tetap terlarut dalam air( Hartomo dan Widiatmoko,1993).

Pada percobaan kali ini dilakukan untuk menentukan nilai konsentrasi kritis misal atau KKM dan nilai perubahan entalpi dan larutan gelatin pada berbagai suhu. Konsentrasi kritis misal merupakan konsentrasi pada saat Misel mulai terbentuk. Proses terbentuknya misal yaitu berada di bawah konsentrasi Misel, konsentrasi surfaktan yang mengalami adsorbsi pada antar permukaan bertambah jika konsentrasi surfaktan total dinaikkan yang akhirnya tercapai titik di mana antar muka maupun dalam cairan menjadi jenuh pada percobaan ini sampel surfaktan yang digunakan adalah gelatin titik gelatin dipilih karena termasuk permukaan yang mengandung kedua kelompok hidrofobik dan hidrofilik. Gelatin merupakan yang mengandung gugus hidrofobik atau ekor dan hidrofilik atau kepala gelatin akan membentuk Misel jika terjadi penggabungan ion dalam gelatin di mana senyawa-senyawa ion tersebut pergerakannya memiliki energi kinetik yang besar akan terbentuk jika konsentrasi surfaktan dinaikkan(Sudiarti,2014).

Pada percobaan ini ,gelatin akan dibagi menjadi 10 konsentrasi yang berbeda dan akan diukur konduktivitasnya dengan 11 temperatur yang berbeda yaitu pada suhu 15 OC,17 OC, 19 OC, 21 OC, 23 OC, 25 OC, 27 OC, 29 OC, 31 OC, 33 OC dan 35 OC. Dalam percobaan ini seharusnya digunakan alat seperti thermostat namun dapat digunakan alternatif seperti menggunakan garam pada es batu. Fungsinya adalah untuk pengatur suhu atau sebagai media pendingin. Harga entalpi dari konsentrasi kritis misal dapat diketahui dengan cara pengolahan data konsentrasi kritis misal pada setiap suhu titik dimana dan KKM diperoleh dari slope grafik antara konduktivitas dan masing-masing suhu.

Daya hantar listrik pada Misel sangat dipengaruhi oleh banyaknya konsentrasi dan tingginya suhu larutan, di mana konsentrasi yang tinggi menambah jumlah ion yang bergerak bebas.  Surafkatan adalah molekul yang memiliki gugus polar yang suka air atau hidrofilik dan gugus nonpolar yang suka minyak sehingga dapat mempersatukan campuran. Fungsi penambahan surfaktan adalah mampu meningkatkan kemampuan menurunkan tegangan permukaan dan antarmuka suatu cairan. Selain gelatin, jenis Surfaktan adalah sebagai berikut : surfaktan kationik contohnya shampo air ,conditioner, dan pelembut pakaian, surfaktan anionic contohnya deterjen ,sabun cuci, pembersih oven atau alat dapur dan surfaktan non ionic (Alopaeus et al.,2019).

 

DAFTAR PUSTAKA

Alopaeus,J.F.,E.Hagesaether dan I.Tho. 2019. “Micellisation mechanism and Behavior of soluplis-Furo semide Micelles: Preformulation Studies of an oral nanocarrier-based system”. Pharmaceuticals. Vol. 12(15) :1-23.

Hartono,A.J. dan M.C.Widiatmoko. 1993. Emulsi dan Pangan Lustat ber-lesitium. Yogyakarta : Andi Offret.

Sudiarti,T.2014. “Tegangan Permukaan Inhibitor Korosi Baja Karbon Dalam Lingkungan Air Sadah”. Jurnal Sains Dasar. Vol. 3(2) :118-123.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

POSTEST PRAKTIKUM KIMIA FISIK LANJUT>>DIAGRAM BINER

VOLUME MOLAR PARSIAL